KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Administrasi Universitas Muhammadiyah Kendari secara resmi meluncurkan program kepemimpinan mahasiswa terpadu yang bertajuk “Leadership Development Program 2026” pada Sabtu, 19 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Akademik Blok D Fakultas Administrasi ini menghadirkan lebih dari 300 peserta, termasuk mahasiswa dari berbagai angkatan, dosen pembimbing, dan pejabat universitas.
Program inovatif ini dirancang sebagai respons atas kebutuhan industri modern yang semakin mengutamakan hard skills dan soft skills seimbang dalam merekrut talenta muda. Dengan durasi selama tiga bulan, initiative tersebut akan menyentuh aspek-aspek krusial seperti public speaking, manajemen waktu, komunikasi efektif, keterampilan negosiasi, dan etika kepemimpinan yang berbasis nilai-nilai Muhammadiyah.
“Kami melihat bahwa mahasiswa generasi sekarang membutuhkan lebih dari sekedar pengetahuan akademik. Mereka perlu dibekali dengan soft skills yang kokoh untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif,” ungkap Ketua BEM Fakultas Administrasi, Rizki Muhammad Fauzan, dalam sambutannya di depan peserta acara.
Latar Belakang dan Motivasi Program
Universitas Muhammadiyah Kendari telah menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara selama lebih dari dua dekade. Dengan fokus pada pendidikan berkualitas dan pembentukan karakter mahasiswa, universitas ini konsisten menghasilkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.
Namun, survei internal yang dilakukan oleh BEM bersama Lembaga Pengembangan Karir Universitas Muhammadiyah Kendari menunjukkan data menarik. Dari 250 responden lulusan Fakultas Administrasi tahun 2023-2024, sebanyak 68 persen menyatakan bahwa mereka merasa kurang percaya diri dalam presentasi di depan tim, 55 persen mengalami kesulitan dalam manajemen proyek kelompok, dan 42 persen mengakui keterbatasan dalam kemampuan berkomunikasi interpersonal.
Data ini menjadi pemicu utama bagi organisasi mahasiswa untuk merancang sebuah program holistik yang dapat mengembangkan kompetensi non-akademik mahasiswa secara sistematis dan terukur. “Kami tidak ingin mahasiswa kami hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian dan kepemimpinan yang kuat,” jelas Fauzan lebih lanjut.
Ketua BEM ini menambahkan bahwa program tersebut juga merupakan wujud komitmen BEM dalam mengamalkan nilai-nilai kepemimpinan yang demokratis, transparan, dan inklusif. “BEM sebagai organisasi mahasiswa harus memberikan dampak nyata bagi pengembangan mahasiswa, bukan hanya berfokus pada acara-acara rutin saja,” katanya dengan penuh keyakinan.
Struktur dan Metodologi Program
Leadership Development Program 2026 dirancang dengan pendekatan multi-metode yang menggabungkan teori, praktik langsung, dan mentoring personal. Program ini dibagi menjadi empat fase utama yang akan berjalan selama 12 minggu.
Fase pertama (minggu 1-3) berfokus pada orientasi dan pemetaan kompetensi awal. Peserta akan mengikuti sesi assessment untuk mengidentifikasi kekuatan dan area pengembangan mereka. Fase ini juga mencakup workshop pengenalan kepemimpinan dengan narasumber eksternal dari kalangan profesional di bidang manajemen dan organisasi.
Fase kedua (minggu 4-6) memasuki domain pengembangan skill teknis kepemimpinan. Peserta akan mendapatkan pelatihan intensif tentang public speaking, penulisan bisnis profesional, dan manajemen pertemuan efektif. Setiap sesi dirancang interaktif dengan simulasi dan role-playing untuk memaksimalkan pembelajaran praktis.
Fase ketiga (minggu 7-9) menekankan pada kepemimpinan dan etika yang didasarkan pada nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah. Sesi ini akan dipimpin oleh dosen senior dari Fakultas Administrasi sekaligus mentor spiritual yang berpengalaman. Topik yang dibahas meliputi kepemimpinan yang berintegritas, pengambilan keputusan etis, dan tanggung jawab sosial pemimpin.
Fase terakhir (minggu 10-12) adalah fase konsolidasi dan demonstrasi kompetensi. Peserta akan membentuk kelompok kecil dan mengerjakan proyek kepemimpinan nyata yang relevan dengan kebutuhan kampus atau masyarakat Kendari. Program puncak berupa showcase dan evaluasi final akan dilaksanakan pada minggu ke-12.
Adi Saputra, Wakil Ketua BEM Fakultas Administrasi yang membidangi bagian akademik dan pengembangan, menjelaskan metodologi pembelajaran yang digunakan sangat fleksibel. “Kami menggunakan kombinasi classroom teaching, outdoor activities, case study analysis, dan mentoring one-on-one. Dengan cara ini, peserta bisa belajar dari berbagai perspektif dan pengalaman,” ujarnya.
Keterlibatan Institusi dan Dukungan Akademis
Dukungan penuh datang dari pimpinan Fakultas Administrasi Universitas Muhammadiyah Kendari. Dekan Fakultas Administrasi, Dr. Ir. Hendra Kusumah, M.Sc, yang hadir dalam pembukaan program, menekankan komitmen fakultas terhadap pengembangan holistik mahasiswa.
“Sebagai dekan, saya sangat apresiasi inisiatif BEM ini. Program kepemimpinan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan mahasiswa dan institusi kami. Kami akan memberikan dukungan penuh, termasuk fasilitas, narasumber berkualitas, dan pengakuan akademik untuk peserta yang menyelesaikan program ini,” kata Dr. Hendra dalam sambutan formalnya.
Lebih lanjut, Dekan Kusumah menambahkan bahwa institusi akan memasukkan sertifikat penyelesaian program kepemimpinan sebagai bagian dari penghargaan akademik yang tertera dalam transkrip nilai mahasiswa. Hal ini menjadi nilai tambah signifikan bagi prospek karir mereka di masa depan.
Koordinator Program dari pihak akademis, Dra. Sri Wahyuni, M.Comm, seorang dosen senior yang memiliki pengalaman mentoring mahasiswa lebih dari 15 tahun, juga memberikan perspektif mendalam. “Kami telah merancang kurikulum program ini berdasarkan best practices dari universitas-universitas terkemuka, termasuk dari perguruan tinggi di luar negeri. Namun tetap disesuaikan dengan konteks lokal dan nilai-nilai Muhammadiyah yang universal,” jelasnya.
Sri Wahyuni menambahkan bahwa program ini juga membuka peluang kolaborasi dengan organisasi eksternal. “Kami sudah menjalin kerjasama dengan Asosiasi Pimpinan Perusahaan Indonesia (APPI) Cabang Kendari dan beberapa institusi pemerintahan lokal untuk memberikan insight praktis kepada peserta tentang kepemimpinan di dunia nyata,” katanya dengan bangga.
Respons Peserta dan Harapan Ke Depan
Antusiasme peserta terhadap program ini sangat tinggi. Dari 300 peserta yang hadir di acara pembukaan, sebanyak 285 orang mendaftar untuk mengikuti program secara penuh. Peserta berasal dari berbagai angkatan, mulai dari mahasiswa tingkat pertama hingga tingkat akhir.
Salah satu peserta, Nabila Azzahra, mahasiswa semester empat Prodi Administrasi Negara, mengungkapkan kegembiraan dan antusiasmenya. “Saya sangat excited dengan program ini. Saya merasa bahwa soft skills itu sangat penting, terutama untuk persiapan kerja nanti. Saya ingin meningkatkan kepercayaan diri saya dalam berbicara di depan umum,” kata Nabila dengan semangat.
Peserta lain, Arman Wijaya dari Prodi Administrasi Perkantoran Semester Enam, melihat program ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan kapabilitas kepemimpinannya menjelang tugas akhir dan pencarian kerja. “Dalam dunia bisnis modern, seorang administrator perkantoran tidak hanya harus mengerti sistem dan prosedur, tetapi juga harus memiliki skill komunikasi dan kepemimpinan yang baik. Program ini adalah jawaban atas kebutuhan saya tersebut,” ujarnya dengan matang.
Dampak yang Diharapkan
Organisasi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Kendari mengharapkan dampak jangka panjang yang signifikan dari inisiatif ini. Dalam dokumen proposal program yang diperoleh redaksi, dijelaskan bahwa dampak yang diharapkan mencakup tiga dimensi utama.
Pertama, pada dimensi individual, peserta diharapkan dapat meningkatkan self-awareness dan confidence mereka dalam mengambil peran kepemimpinan. Program ini juga diharapkan dapat membantu peserta mengidentifikasi gaya kepemimpinan mereka sendiri dan cara mengembangkannya secara efektif.
Kedua, pada dimensi organisasi kampus, program ini diharapkan dapat menciptakan generasi pemimpin mahasiswa yang lebih berkualitas, yang nantinya dapat memimpin organisasi-organisasi mahasiswa dengan lebih profesional dan berdampak.
Ketiga, pada dimensi lembaga pendidikan, program ini diharapkan dapat meningkatkan reputasi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kepemimpinan mahasiswa secara holistik.
Ketua BEM, Rizki Fauzan, menegaskan bahwa evaluasi program akan dilakukan secara berkala. “Kami akan melakukan monitoring mingguan dan evaluasi bulanan untuk memastikan program berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi peserta,” ungkapnya.
Penutup
Leadership Development Program 2026 yang diluncurkan BEM Fakultas Administrasi Universitas Muhammadiyah Kendari pada 19 April 2026 ini merupakan langkah strategis dalam upaya pengembangan mahasiswa yang komprehensif. Dengan dukungan penuh dari institusi, keterlibatan dosen berpengalaman, dan antusiasme peserta yang tinggi, program ini memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor dalam pengembangan kepemimpinan mahasiswa di Sulawesi Tenggara.
Seiring dengan semakin kompleksnya tantangan global dan lokal, kebutuhan akan pemimpin muda yang tidak hanya pandai secara akademik tetapi juga memiliki integritas moral dan kepemimpinan yang kuat semakin mendesak. Program ini adalah bukti nyata komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dan organisasi mahasiswanya dalam mempersiapkan generasi pemimpin berkualitas yang siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Dengan penyelenggaraan program kepemimpinan yang terstruktur dan berkelanjutan ini, Universitas Muhammadiyah Kendari setidaknya telah menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya tentang transfer pengetahuan, melainkan juga tentang pembentukan karakter dan pengembangan potensi kepemimpinan mahasiswa yang akan menjadi aset berharga bagi masa depan Indonesia.
—
Kata Kunci Artikel: BEM Universitas Muhammadiyah Kendari, Fakultas Administrasi, Program Kepemimpinan Mahasiswa, Leadership Development 2026, Organisasi Mahasiswa, Soft Skills, Universitas Kendari
Mahindra Rainforest accommodate your every need. Mahindra premium residential In addition to providing an easy-to-use living and a friendly team of representatives who are interested in customer satisfaction from the start of booking until you board your flight, Mahindra Rainforest would provide a class-make-ready 25.47-acre premium heart of Kanjur.
Visit- https://mahindra.ind.in/mahindrarainforest/