Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari), khususnya Fakultas Administrasi, menghadirkan momentum istimewa melalui penyelenggaraan Festival Olahraga dan Seni Budaya Tahun 2026. Acara yang berlangsung selama tiga hari, dimulai dari Jumat 29 Maret hingga Minggu 31 Maret 2026, berhasil mengumpulkan lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai program studi dan angkatan untuk terlibat aktif dalam berbagai kompetisi dan pertunjukan seni.
Festival ini diselenggarakan di lapangan olahraga kampus Unmuh Kendari yang terletak di Jalan Sultan Hasanuddin, pusat Kota Kendari, dengan mengusung tema “Eksplorasi Bakat, Membangun Karakter Pemimpin Masa Depan.” Penyelenggaraan acara ini menjadi bagian integral dari program pengembangan soft skills dan pembinaan karakter mahasiswa, sekaligus sebagai wadah untuk mengekspresikan bakat olahraga dan seni yang dimiliki oleh para mahasiswa Fakultas Administrasi.
### Latar Belakang dan Signifikansi Acara
Penyelenggaraan Festival Olahraga dan Seni Budaya Fakultas Administrasi merupakan tradisi tahunan yang telah berjalan sejak tahun 2019. Acara ini lahir dari inisiatif para dosen dan mahasiswa untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang komprehensif, tidak hanya terbatas pada aspek akademik tetapi juga pada pengembangan kompetensi non-akademik. Seiring dengan berkembangnya era digital dan transformasi pendidikan tinggi di Indonesia, festival ini semakin dipandang penting sebagai ruang untuk membangun soft skills seperti kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi efektif, dan kreativitas.
Fakultas Administrasi Unmuh Kendari, yang memiliki dua program studi utama yaitu Administrasi Negara dan Administrasi Bisnis, memahami bahwa mahasiswa yang akan menjadi aparatur negara atau pemimpin organisasi swasta membutuhkan lebih dari sekadar pengetahuan teoritis. Mereka perlu memiliki karakter yang kuat, kemampuan atletik yang baik, dan apresiasi terhadap kearifan lokal serta budaya nasional.
“Festival ini bukan hanya tentang siapa yang paling cepat berlari atau siapa yang paling bagus menari. Lebih dari itu, ini adalah kesempatan bagi mahasiswa kami untuk belajar tentang disiplin, kerja sama, sportivitas, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya di Indonesia,” ujar Dr. Zainuddin Kasim, Dekan Fakultas Administrasi Unmuh Kendari, dalam acara pembukaan festival pada Jumat pagi, 29 Maret 2026.
### Rangkaian Kompetisi Olahraga yang Memeriahkan
Hari pertama festival didominasi oleh berbagai pertandingan olahraga yang menghadirkan kompetisi sengit namun tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas. Kompetisi olahraga yang diselenggarakan meliputi sepak bola, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, dan lari sprint. Setiap program studi membentuk tim yang mewakili mereka dalam pertandingan-pertandingan tersebut.
Dalam pertandingan sepak bola putra, mahasiswa Program Studi Administrasi Negara berhasil merebut juara pertama setelah mengalahkan tim Administrasi Bisnis dengan skor 3-2 dalam pertandingan yang sangat menarik. Sedangkan untuk kategori putri, tim sepak bola putri Administrasi Bisnis berhasil meraih kemenangan dengan mengalahkan Administrasi Negara dengan skor 2-0.
“Kami sudah mempersiapkan tim ini sejak dua bulan lalu. Latihan rutin dilakukan setiap dua hari sekali untuk memastikan kondisi fisik pemain tetap prima. Kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh anggota tim,” ungkap Rendra Putra, kapten tim sepak bola putra Administrasi Negara, setelah pertandingan final pada Sabtu sore.
Kompetisi bola voli juga tidak kalah seru. Pada kategori putra, Administrasi Negara berhasil merebut juara dengan mengalahkan Administrasi Bisnis 3 set lawan 1 set. Pertandingan ini menampilkan permainan yang cukup teknis dan memukau dengan spike-spike yang powerful dan pertahanan yang solid. Sementara pada kategori putri, Administrasi Bisnis berhasil menjadi juara setelah melalui pertandingan yang alot melawan Administrasi Negara.
Lomba bulu tangkis individu putra berhasil dimenangkan oleh Andi Wijaya, mahasiswa semester 6 dari Program Studi Administrasi Negara. Dengan bermain konsisten dan strategi bertahan yang baik, Andi berhasil melampaui lima pesaing lainnya. Sementara untuk kategori putri, Siti Nurhaliza dari Administrasi Bisnis berhasil meraih juara setelah menunjukkan teknik yang superior dalam setiap set pertandingan.
“Saya sangat senang bisa meraih juara dalam lomba bulu tangkis ini. Ini adalah hasil dari latihan intensif bersama teman-teman di klub bulu tangkis kampus selama berbulan-bulan. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung dan melatih saya,” kata Siti Nurhaliza dengan senyuman lebar sambil memegang piala juara.
Kompetisi tenis meja dan lari sprint juga memberikan hiburan tersendiri bagi penonton yang memenuhi lapangan olahraga. Lari sprint 100 meter putra dimenangkan oleh Muhammad Rizki dari Administrasi Negara dengan waktu 11.8 detik, sementara untuk kategori putri, Putri Indah Sari dari Administrasi Bisnis berhasil meraih kemenangan dengan waktu 13.2 detik.
### Penampilan Seni dan Budaya yang Memukau
Hari kedua festival beralih fokus pada aspek seni dan budaya. Lapangan olahraga yang sebelumnya menjadi arena kompetisi olahraga, kini berubah menjadi panggung pertunjukan seni yang dipenuhi dengan cahaya, dekorasi, dan suasana meriah. Ratusan mahasiswa yang berperan sebagai penonton memenuhi tribun untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni budaya yang telah dipersiapkan oleh berbagai kelompok minat mahasiswa.
Pertunjukan dimulai dengan tarian tradisional Sulawesi Tenggara. Sebuah kelompok mahasiswa dari Administrasi Bisnis menampilkan tari Poco-Poco yang energik dan ceria. Gerakan-gerakan yang dinamis dan sinkronisasi yang baik membuat penonton terhibur. Setelah itu, giliran Program Studi Administrasi Negara menampilkan tarian Kipas Pacar, sebuah tarian tradisional yang graceful dan penuh makna. Mahasiswa-mahasiswi yang menampilkan tarian ini mengenakan pakaian tradisional yang indah dengan kostum berwarna-warni.
“Kami memilih untuk menampilkan tari Kipas Pacar karena tarian ini memiliki nilai historis yang penting bagi Sulawesi Tenggara. Melalui pertunjukan ini, kami ingin melestarikan warisan budaya kita sekaligus menunjukkan kepada mahasiswa lain bahwa budaya lokal adalah sesuatu yang perlu dihargai dan dilestarikan,” jelas Nurna Kasim, koordinator penampilan tari Administrasi Negara.
Selain tari tradisional, festival juga menampilkan berbagai seni lainnya. Pertunjukan fashion show yang menampilkan desain pakaian hasil karya mahasiswa menjadi highlight yang ditunggu-tunggu. Pakaian-pakaian yang dipamerkan menggabungkan unsur tradisional dengan sentuhan modern, menciptakan estetika yang menarik dan relevan dengan tren fashion kontemporer.
Sebuah kelompok mahasiswa juga menampilkan pertunjukan teater yang berjudul “Administrasi dalam Kehidupan Sehari-hari.” Teater dengan durasi sekitar 30 menit ini menghadirkan cerita-cerita lucu namun berisi pesan moral tentang pentingnya administrasi yang baik dalam kehidupan pribadi dan organisasi. Pertunjukan teater ini berhasil menghibur penonton dengan komikal yang tepat sasaran.
Tidak ketinggalan, ada juga pertunjukan musik live yang menampilkan band-band mahasiswa dengan berbagai genre. Dari musik pop, rock, hingga musik modern lokal, semuanya ditampilkan dengan antusias oleh para musisi muda berbakat. Salah satu penampilan yang paling memukau adalah band bernama “Resonansi” yang terdiri dari mahasiswa Administrasi Negara. Mereka memainkan lagu-lagu originalnya yang mencerminkan pengalaman hidup mahasiswa modern.
Pertunjukan puisi dan apresiasi sastra juga menjadi bagian dari acara festival. Mahasiswa-mahasiswi yang memiliki bakat menulis dan berdeklamasi menghadirkan berbagai puisi original yang menyentuh hati penonton. Tema-tema puisi berkisar dari cinta, persahabatan, perjuangan, hingga kritik sosial yang halus namun bermakna.
### Dukungan Penuh dari Pimpinan Universitas
Keberhasilan penyelenggaraan festival ini tentu tidak terlepas dari dukungan penuh dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Dalam sambutannya pada hari kedua festival, Prof. Dr. Muhammad Hasan, Rektor Unmuh Kendari, menekankan pentingnya pengembangan karakter holistik bagi mahasiswa.
“Mahasiswa adalah aset terbesar bangsa kita. Mereka tidak hanya harus cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter yang kuat, kreativitas yang tinggi, dan kepedulian terhadap masyarakat. Festival seperti ini adalah bagian penting dari upaya kami untuk mengembangkan mahasiswa secara menyeluruh. Saya sangat bangga melihat antusiasme dan partisipasi mahasiswa yang luar biasa dalam acara ini,” ungkap Prof. Muhammad Hasan dengan penuh keyakinan.
Selain itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Husein Mahmud, juga memberikan apresiasi khusus kepada para dosen pembimbing dan panitia yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan festival. “Kesuksesan festival ini adalah bukti dari komitmen kami dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan multidimensional mahasiswa. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi,” katanya sambil memberikan ucapan selamat kepada para juara kompetisi.
### Dampak Positif terhadap Pengembangan Mahasiswa
Partisipasi aktif mahasiswa dalam festival ini memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pengembangan mereka sebagai individu dan sebagai calon pemimpin. Dari sisi kesehatan fisik, kegiatan olahraga yang terstruktur dalam festival ini membantu mahasiswa menjaga kebugaran tubuh mereka di tengat rutinitas akademik yang cukup padat.
Dari sisi psikologis dan sosial, festival ini menjadi wahah untuk mahasiswa mengembangkan rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim. Melalui berbagai pertandingan dan pertunjukan yang dilakukan secara kelompok, mahasiswa belajar tentang pentingnya koordinasi, saling mendukung, dan menghormati keputusan bersama.
Lebih jauh lagi, festival ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka tanpa batasan. Berbagai ide-ide kreatif lahir dari kebutuhan untuk mempersiapkan pertunjukan dan kompetisi yang menarik. Mahasiswa belajar untuk berpikir out of the box, menciptakan solusi inovatif, dan berani mengambil risiko kreatif.
Dr. Zainuddin Kasim, Dekan Fakultas Administrasi, menambahkan perspektifnya tentang dampak jangka panjang dari festival ini: “Festival seperti ini tidak hanya memberikan dampak jangka pendek dalam bentuk kesenangan dan hiburan. Tetapi juga memiliki dampak jangka panjang dalam membentuk karakter mahasiswa. Mahasiswa yang terlibat dalam festival ini akan membawa nilai-nilai sportivitas, kreativitas, dan apresiasi terhadap keberagaman ketika mereka memasuki dunia kerja. Ini adalah investasi kami untuk masa depan yang lebih baik.”
### Antusiasme Mahasiswa dan Evaluasi Keberhasilan
Dari wawancara dengan berbagai mahasiswa peserta, terlihat jelas bahwa festival ini mendapat sambutan yang sangat positif. Mahasiswa tidak hanya senang berkompetisi, tetapi juga merasa bangga dapat mewakili program studi mereka dan berkontribusi dalam acara kampus yang prestigious.
Sinta Wijaya, mahasiswa semester 4 Program Studi Administrasi Bisnis, berbagi pengalamannya: “Festival ini adalah highlight dalam kehidupan kampus saya. Saya merasa bangga bisa terlibat dalam pertunjukan fashion show bersama teman-teman. Kami belajar banyak tentang koordinasi, kreativitas, dan kerja sama. Pengalaman ini akan saya ingat selamanya.”
Sementara itu, Yusuf Rahman, mahasiswa semester 5 Administrasi Negara yang menjadi peserta kompetisi lari, mengatakan: “Persiapan mengikuti kompetisi ini mengajarkan saya tentang disiplin dan dedikasi. Meskipun saya tidak menjadi juara, pengalaman berkompetisi dan berkumpul bersama teman-teman dari program studi lain sangat berharga.”
Panitia festival, yang dikoordinasikan oleh Hendra Susanto, seorang dosen senior di Fakultas Administrasi, melaporkan bahwa festival tahun ini berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. “Kami menargetkan partisipasi 400 mahasiswa, tetapi ternyata lebih dari 500 mahasiswa yang terlibat. Tingkat kepuasan peserta juga sangat tinggi, berdasarkan feedback yang kami kumpulkan,” ujar Hendra Susanto dengan bangga.
### Perencanaan Masa Depan dan Keberlanjutan
Kesuksesan festival tahun 2026 ini tidak membuat panitia berpuas diri. Sebaliknya, mereka sudah mulai merencanakan perbaikan dan pengembangan untuk penyelenggaraan